Disruptive innovation
sangat penting karena mengubah paradigma teknologi dan menimbulkan peluang
serta tantangan khususnya dalam bidang pendidikan. Disruptive innovation dalam pembelajaran
kimia adalah sebuah inovasi yang mengubah matriks kinerja dengan menyediakan
fungsi baru dengan menggunakan media teknologi yang mempermudah proses kegiatan
pembelajaran khususnya dalam pembelajaran kimia.
Berikut ini adalah indikator yang diusulkan
untuk menilai potensi disruptive innovation.
Pada studi ini,
indikator yang diusulkan pada dasarnya adalah sebuah model penilaian dan
analisis, sebagai pengukuran disruptive innovation yang dibentuk atas dasar
peringkat atau nilai yang diberikan oleh individu yang disurvei. Indikator
untuk menilai disruptive innovation terbagi atas tiga kategori yaitu sebagai
berikut:
1.
Technological features (Fitur teknologi)
a.
Integration (Integrasi)
Merupakan
gabungan dari paradigma yang ada, dimana inovasi yang dilakukan lebih canggih
dari sebelumnya. sebuah inovasi dengan tingkat integrasi yang tinggi dapat
lebih mudah diperkenalkan dan di adobsi. Mialnya, penggunaan teknologi dalam
pembelajaran kimia untuk mempermudah proses pembelajaran, seperti penggunaan
kalkulator untuk melakukan perhitungan kimia yang kompleks sehingga dapat
mempersingkat waktu pengerjaannya.
b.
Leadership (Kepemimpinan/Pengelolaan kelas)
Merupakan
potensi terkemuka terkait perkembangan teknologi, penyebaran, dan mengaplikasiannya.
Tidak hanya potensi mengadopsi teknologi yang terkait, tetapi juga mendorong
kemungkinan kebutuhan terkait inovasi yang memainkan peran pokok dalam
ekosistem inovasi. Pada saat ini, disruptive innovation dikomersilkan oleh
ekosistem inovasi. Misalnya, pengelolaan kelas yang dibantu oleh teknologi,
seperti pembelajaran online menggunakan google classroom untuk memberikan
tugas-tugas pada peserta didik, dan pembelajarannya dapat dilakukan di kelas.
c.
Maturity (Kemahiran)
Merupakan
kemahiran atau keandalan teknologi pendukung atau infrastruktur yang terkait,
terutama selama pengenalan inovasi awal. Indikator kemahiran adalah ukuran
waktu memperkenalkan inovasi. Teknologi yang mendukung dan infrastruktur yang
terkait sangat penting dalam adopsi inovasi. Misalnya, penggunaan teknologi
virtual laboratorium pada proses pembelajaran kimia yang memerlukan praktikum
sementara alat dan bahan yang dibutuhkan tidak terdapat pada laboratorium
sekolah.
d.
Diffusivity (Penyederhanaan konsep)
Merupakan
inovasi yang mempermudah penyebar luasan atau penyederhanaan konsep. Misalnya,
penggunaan media power point dalam pembelajaran kimia. Pada power point
tersebut dilengkapi dengan video pembelajaran dan link yang akan terhubung pada
google yang dapat diakses peseta didik untuk memenuhi kebutuhan informasi dalam
pembelajaran kimia.
e.
Simplification (Membuat ringkasan)
Meningkatkan
pemahaman konsep dengan membuat ringkasan atau kesimpulan. Indikator ini
mengacu pada penyederhanaan sesuatu yang sebelumnya dianggap rumit menjadi
lebih ringkas dan mudah dipahami dengan bantuan teknologi.
2.
Marketplace dynamics (dinamik kebutuhan
belajar di kelas)
a. Niche
market (Pasar terbatas)
Pada
pendidikan dapat diartikan kebutuhan belajar kelompok-kelompok tertentu atau
menciptakan kebutuhan individual pada diri sendiri.
b. Value
network
Pada
pendidikan dapat diartikan seperti berkontribusi dalam kelompok. Seperti
jejaring kerjasama yang saling tolong menolong, dimana setiap oaring mempunyai
peran dalam bekerja sama.
c. Cost
reduction (Pengurangan biaya)
Merupakan pengurangan biaya atau mengeluarkan biaya
yang sedikit dalam belajar namun tetap memperoleh banyak informasi. Misalnya,
dengan memanfaatkan video-video pembelajaran, dan situs-situs di internet yang
memberikan informasi yang bermanfaat untuk belajar tanpa dipungut biaya.
3.
External environment (Lingkungan luar)
a.
Policy (kebijakan)
Pada pendidikan
dapat diartikan sebagai kemerdekaan belajar atau dampak terhadap kesejahteraan
belajar.
b.
Macroeconomics (makroekonomi)
Merupakan
produktivitas yang akan berdampak pada orang banyak. Menurut model pertumbuhan
endogen klasik, perkembangan teknologi berkorelasi positif dengan pertumbuhan
ekonomi.

Pada point' simplification, teknologi apa yg dapat meringkas kalimat yg kompleks menjadi kalimat sederhana?
ReplyDeleteMisalnya penggunaan video pembelajaran untuk menyampaikan materi kimia pada siswa, dan penggunaan virtual lab pada pembelajaran yang mengharuskan siswa praktikum namun tidak cukup waktu dan fasilitas. Dengan menggunakan virtual lab siswa tetap dapat memahami materi dan penarikan kesimpulan atas materi berdasarkan praktikum yang telah dirancang pada virtual lab.
Deleteapakah penilaian disruptive inovation ini lebih ekeftif jika diterapkan di kelas?
ReplyDeleteMenurut saya, seiring berkembangnya teknologi dan tuntutan dalam pendidikan. Maka perlunya penerapan disruptiv innovation dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mempermudah siswa dan mempersingkat waktu menjadi lebih efisien dengan bantuan teknologi.
DeleteMenurut saya disruptiv inovasi ini sangat bagus untuk pembelajaran, karena penilaian berbasis disruptiv inovasi ini memudahkan baik untuk guru maupun untuk siswa
DeletePada pembelajaran kimia khususnya pada sekolah yang terpencil, apakah semua indikator dapat kita terapkan sekaligus dalam satu materi (pokok bahasan)?
ReplyDeleteDisruptive inovation yang akan diterapkan dalam pembelajaran dengan bantuan teknologi. Sehingga pada penerapannya memerlukan fasilitas dan kondisi lainnya yang mendukung. Jika sekolah yang akan menerapkan disruptive innovation dalam pembelajaran memiliki fasilitas, kemampuan guru dan siswa yang mendukung maka dapat dilaksanakan bahkan lebih dari satu indikator pada satu pokok bahasan
DeleteMenurut anda, bagaimana keterkaitan ketiga aspek tersebut dalam penilaian destruktif inovasi? apakah setiap faktor dari masing-masing aspek mempengaruhi ketercapaian indikator yang lain?
ReplyDeleteAspek disruptive innovation dapat saling terkait antar ketiganya yaitu antara fitur teknologi, kebutuhan belajar dikelas, dan lingkungan luar. Jika semua indikator diterapkan dalam pembelajaran dan saling terkait maka dapat mempengaruhi ketercapaian antar indikator disruptive innovation
Deletemenurut saya semua indikator dalam destruktif inovasi saling keterkaitan, hubungan antara indikator-indikator tersebut mempengaruhi bagaimana ketercapaian dari setiap aspek. jika sekolah, guru, siswa, prasarana memadai maka semua indikator tersebut dapat dicapai dalam pembelajaran secara destruktif inovasi
DeleteTerimakasih windy atas jawabannya. Saya setuju dengan jawabannya, karena dalam penerapan disruptive innovation ini tentunya perlu menganalisis kondisi sekolah, guru, dan siswa. Terurama fasilitas yang sangat menentukan dalam penerapannya.
DeleteDari ke-tiga aspek yang telah kita pelajari. Menurut anda aspek mana yang paling penting di terapkan dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas kompetensi siswa? mengapa?
ReplyDeleteMenurut saya semuanya penting. Karena ketiga aspek tersebut tentunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi siswa.
DeleteSaya setuju semua penting, namun yang penting unduk diperhatikan ialah dinamika kebutuhan belajar dari peserta didik. Sebagai pendidik seharusnya memperhatikan indikator ini, karna tidak semua peserta didik memiliki kebutuhan belajar yang sama.
DeleteIndikator apa yang kira - kira direkomendasikan paling mudah dilaksanakan untuk sekolah terpencil?
ReplyDeleteSebenarnya dalam penerapan indikator-indikator disruptive innovation menbutuhkan teknologi, karena berangsur mengurangi kegiatan konvensional dalam proses pembelajaran.
DeleteApakah di sekolah-sekolah sudah diterapkan aspek aspek dari destruksi inovasi ini? berikan argumen anda
ReplyDeleteMenurut saya sudah meskipun mungkin belum mencakup semua aspek indikator disruptive innovation
DeleteDari ketiga aspek disruptiv inovasi yang telah dijabarkan, aspek mana yang memiliki peran peting dalam pembelajaran?
ReplyDeleteMenurut saya semuanya penting. Karena ketiga aspek tersebut tentunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi siswa.Dan mencoba memenuhi tuntunan pembelajaran di era revolusi industri 4.0
Deleteselain ketiga aspek penilaian disruptive inovasi yang sudah dijelaskan diatas, bagaimana pengaruh indikator kognitif yang berhubungan dengan tingkat berpikir siswa pada penyusunan penilaian disruptive inovasi?
ReplyDeleteMenurut saya dengan penggunaan teknologi bukan berarti kemampuan kognitif siswa menjadi melemah (rendah). Karena penggunaan aspek disruptive innovation disini untuk mempermudah, mempersingkat waktu menjadi efisien, memotivasi siswa dalam proses pembelajaran khususnya kimia. Sedangkan jika dilakukan evaluasi kognitif siswa maka siswa tidak mengerjakan soal evaluasi dengan bantuan teknologi lagi.
DeleteDari ketigas aspek dan indikator yang telah dijabarkan diatas apakah ada faktor lain yang menentukan ketercapaian pembelajaran kreatif?
ReplyDeleteaspek indikator ini digunakan untuk penilaian disruptive innovation
Delete