Thursday, September 19, 2019

Disruptive Innovation

Pembelajaran Online dengan Disruptive Innovation



Sistem pembelajaran online adalah hasil dari suatu pembelajaran yang disampaikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Pada pembelajaran online mempermudah bagi guru dan peserta didik untuk melakukan proses pembelajaran tanpa bertatap muka langsung. Adanya pembelajaran online dengan disruptive innovation mampu memberikan inovasi baru dalam sistem pembelajaran online pada umunya.
Pada pembelajaran online dengan disruptive innovation, guru dituntut berinovasi pada perangkat pembelajaran yang tidak terpaku dan kaku untuk mengikuti kurikulum yang ada. Guru dapat berinovasi dari perangkat pembelajaran yang akan digunakan pada sistem pembelajaran online. Selain guru, peserta didik juga bebas dalam berinovasi pada tugas yang diberikan oleh guru, dan dapat mengakses sumber pembelajaran yang tidak terbatas. Pada pembelajaran online guru hanya memberikan video, e-book, alamat atau situs yang dapat dikunjungi pleh peserta didik. Peserta didik dapat belajar lebih mandiri dalam mengkonstruk informasi yang diberikan guru.
            Karena komputer memiliki kemampuan untuk memberikan informasi dengan berbagai media (termasuk cetakan, video, dan rekaman suara dan musik) komputer menjadi sebuah perpustakaan yang tidak terbatas. Betapapun peserta didik mampu untuk segera berkomunikasi dengan teks, gambar, suara, data, dan video dua arah, interaksi yang dihasilkan dapat mengubah peran peserta didik dan guru.  Guru dapat dipisahkan secara geografiis dari peserta didiknya, dan peserta didik dapat belajar dari peserta didik lain di kelas seluruh dunia.

Berikut ini adalah kelebihan pembelajaran online:
1.        Media yang bervariasi. Internet adalah sarana serbaguna yang memberikan informasi kepada pelajar di seluruh dunia. Situs-situs internet berisi media yang bervariasi, termasuk teks, audio, grafik, animasi, video, dan software yang dapat didownload.
2.        Informasi yang up-to-date. Sampai saat ini, para pendidik terbatas pada sumber-sumber yang ada di kelas atau gedung sekolahnya. Sekarang, dengan kemampuan untuk menghubungkan ke sumber-sumber di komunitas dan di seluruh dunia, membuka pandangan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. Peserta didik dapat mengakses perpustakaan dan database dengan baik di luar batasan local.
3.        Bertukar ide. Peserta didik dapat terlibat dalam “percakapan” dengan guru. Selanjutnya, mereka dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang memungkinkan untuk bertukar ide dengan peserta didik lain.
4.        Waktu pembelajaran online lebih fleksibel. Untuk melakukan proses pembelajaran secara online waktu dimulainya pembelajaran dapat disepakati antara guru dan peserta didik.
Keterbatasan
1.        Akses jaringan. Untuk pembelajaran online diperlukan akses jaringan yang stabil.
2.        Kapasitas upload sumber belajar yang terbatas seperti video, sehingga tidak semua video dapat diupload dalam aplikasi pembelajaran online
3.        Aplikasi pembelajaran online yang hanya bisa diakses menggunakan laptop, masih terbatas jika untuk digunakan pada android.

Proses pembelajaran online pada materi ikatan kimia, guru menggunakan model pembelajaran STAD termodifikasi. Seperti yang kita ketahui, bahwa model pembelajaran STAD merupakan model pembelajaran kooperatif, yang saat ini sudah banyak digantikan dengan model pembelajaran yang disarankan pada kurikulum 2013, seperti model pembelajaran DL, PBL, inkuiri, PjBL yang merupakan model pembelajaran konstruktivisme. Oleh sebab itu, tertarik untuk memodifikasi model pembelajaran STAD dan digunakan dalam proses pembelajaran online dengan disruptive innovation.
Proses pembelajaran online yang pertama, yaitu pada tahap pendahuluan. Pada tahap pendahuluan guru memberikan link video keterkaitan contoh dengan kehidupan sehari-hari mengenai ikatan kimia. Hal ini karena ukuran video yang terlalu besar tidak dapat diupload di aplikasi pembelajaran online sehingga hanya diberikan link. Selanjutny guru juga upload video pembelajaran sebagai reverensi peserta didik. Peserta didik membuka link dan membuat catatan kecil mengenai apa yang mereka pahami dari video tersebut dan diupload catatan kecil tersebut dalam bentuk Microsoft word. Hal ini dapat membantu guru untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terkait materi ikatan kimia.
Pada kegiatan inti, guru memberikan sumber belajar berupa video, e-book maupun link yang terkait dengan ikatan kimia dan peserta didik membuka dan memahami dari sumber belajar tersebut untuk mengkonstruk konsep ikatan kimia. Pada kegiatan inti guru juga memberikan arahan pada peserta didik mengenai bagaimana cara untuk membuat alat peraga sederhana tentang ikatan kimia. Pada proses ini kadang masih terkendala pada masalah jaringan.
Pada tahap penutup guru memberikan soal tes essay yang sesuai dengan RPP pembelajaran online untuk menguji sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap ikatan kimia. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru.
Tahap evaluasi, dimana pada tahap ini guru memberikan arahan mengenai tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Peserta didik mengerjakan tugas soal test essay dan memberikan link youtube yang berisi video pembuatan dan penjelasan dari alat peraga yang dibuat oleh peserta didik dan blog yang berisi deskripsi tentang konsep ikatan kimia dan alat peraga yang dibuat peserta didik. Pada tahap ini peserta didik mengalami kendala yaitu peserta didik kesulitan untuk mengupload video di youtube sehingga guru masih membantu dalam proses upload video dan memberikan arahan dalam pembuatan blog peserta didik.

Berikut beberapa dokumentasi peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran online melalui aplikasi disruptive innovation dan beberapa kegiatan pembuatan alat peraga.
Proses pembelajaran online peserta didik:
 




Alat peraga  yang dibuat oleh peserta didik















 Tugas peserta didik yang di upload di blog:





 Tugas peserta didik yang di upload di youtube: