Thursday, February 13, 2020

Kisi-kisi Pengukuran Penilaian Disruptive Innovation dalam Pembelajaran Kimia


Disruptive innovation sangat penting karena mengubah paradigma teknologi dan menimbulkan peluang serta tantangan khususnya dalam bidang pendidikan. Disruptive innovation dalam pembelajaran kimia adalah sebuah inovasi yang mengubah matriks kinerja dengan menyediakan fungsi baru dengan menggunakan media teknologi yang mempermudah proses kegiatan pembelajaran khususnya dalam pembelajaran kimia.
Berikut ini adalah indikator yang diusulkan untuk menilai potensi disruptive innovation.
        



       Pada studi ini, indikator yang diusulkan pada dasarnya adalah sebuah model penilaian dan analisis, sebagai pengukuran disruptive innovation yang dibentuk atas dasar peringkat atau nilai yang diberikan oleh individu yang disurvei. Indikator untuk menilai disruptive innovation terbagi atas tiga kategori yaitu sebagai berikut:
1.    Technological features (Fitur teknologi)
a.       Integration (Integrasi)
Merupakan gabungan dari paradigma yang ada, dimana inovasi yang dilakukan lebih canggih dari sebelumnya. sebuah inovasi dengan tingkat integrasi yang tinggi dapat lebih mudah diperkenalkan dan di adobsi. Mialnya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran kimia untuk mempermudah proses pembelajaran, seperti penggunaan kalkulator untuk melakukan perhitungan kimia yang kompleks sehingga dapat mempersingkat waktu pengerjaannya.
b.      Leadership (Kepemimpinan/Pengelolaan kelas)
Merupakan potensi terkemuka terkait perkembangan teknologi, penyebaran, dan mengaplikasiannya. Tidak hanya potensi mengadopsi teknologi yang terkait, tetapi juga mendorong kemungkinan kebutuhan terkait inovasi yang memainkan peran pokok dalam ekosistem inovasi. Pada saat ini, disruptive innovation dikomersilkan oleh ekosistem inovasi. Misalnya, pengelolaan kelas yang dibantu oleh teknologi, seperti pembelajaran online menggunakan google classroom untuk memberikan tugas-tugas pada peserta didik, dan pembelajarannya dapat dilakukan di kelas.
c.       Maturity (Kemahiran)
Merupakan kemahiran atau keandalan teknologi pendukung atau infrastruktur yang terkait, terutama selama pengenalan inovasi awal. Indikator kemahiran adalah ukuran waktu memperkenalkan inovasi. Teknologi yang mendukung dan infrastruktur yang terkait sangat penting dalam adopsi inovasi. Misalnya, penggunaan teknologi virtual laboratorium pada proses pembelajaran kimia yang memerlukan praktikum sementara alat dan bahan yang dibutuhkan tidak terdapat pada laboratorium sekolah.
d.      Diffusivity (Penyederhanaan konsep)
Merupakan inovasi yang mempermudah penyebar luasan atau penyederhanaan konsep. Misalnya, penggunaan media power point dalam pembelajaran kimia. Pada power point tersebut dilengkapi dengan video pembelajaran dan link yang akan terhubung pada google yang dapat diakses peseta didik untuk memenuhi kebutuhan informasi dalam pembelajaran kimia.
e.       Simplification (Membuat ringkasan)
Meningkatkan pemahaman konsep dengan membuat ringkasan atau kesimpulan. Indikator ini mengacu pada penyederhanaan sesuatu yang sebelumnya dianggap rumit menjadi lebih ringkas dan mudah dipahami dengan bantuan teknologi.
2.    Marketplace dynamics (dinamik kebutuhan belajar di kelas)
     a.     Niche market (Pasar terbatas)
    Pada pendidikan dapat diartikan kebutuhan belajar kelompok-kelompok tertentu atau  menciptakan kebutuhan individual pada diri sendiri.
     b.    Value network
    Pada pendidikan dapat diartikan seperti berkontribusi dalam kelompok. Seperti jejaring kerjasama yang saling tolong menolong, dimana setiap oaring mempunyai peran dalam bekerja sama.
     c.    Cost reduction (Pengurangan biaya)
Merupakan pengurangan biaya atau mengeluarkan biaya yang sedikit dalam belajar namun tetap memperoleh banyak informasi. Misalnya, dengan memanfaatkan video-video pembelajaran, dan situs-situs di internet yang memberikan informasi yang bermanfaat untuk belajar tanpa dipungut biaya.

3.    External environment (Lingkungan luar)
a.       Policy (kebijakan)
Pada pendidikan dapat diartikan sebagai kemerdekaan belajar atau dampak terhadap kesejahteraan belajar.
b.      Macroeconomics (makroekonomi)
Merupakan produktivitas yang akan berdampak pada orang banyak. Menurut model pertumbuhan endogen klasik, perkembangan teknologi berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi.




 

 

24 comments:

  1. Pada point' simplification, teknologi apa yg dapat meringkas kalimat yg kompleks menjadi kalimat sederhana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Misalnya penggunaan video pembelajaran untuk menyampaikan materi kimia pada siswa, dan penggunaan virtual lab pada pembelajaran yang mengharuskan siswa praktikum namun tidak cukup waktu dan fasilitas. Dengan menggunakan virtual lab siswa tetap dapat memahami materi dan penarikan kesimpulan atas materi berdasarkan praktikum yang telah dirancang pada virtual lab.

      Delete
  2. apakah penilaian disruptive inovation ini lebih ekeftif jika diterapkan di kelas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya, seiring berkembangnya teknologi dan tuntutan dalam pendidikan. Maka perlunya penerapan disruptiv innovation dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mempermudah siswa dan mempersingkat waktu menjadi lebih efisien dengan bantuan teknologi.

      Delete
    2. Menurut saya disruptiv inovasi ini sangat bagus untuk pembelajaran, karena penilaian berbasis disruptiv inovasi ini memudahkan baik untuk guru maupun untuk siswa

      Delete
  3. Pada pembelajaran kimia khususnya pada sekolah yang terpencil, apakah semua indikator dapat kita terapkan sekaligus dalam satu materi (pokok bahasan)?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disruptive inovation yang akan diterapkan dalam pembelajaran dengan bantuan teknologi. Sehingga pada penerapannya memerlukan fasilitas dan kondisi lainnya yang mendukung. Jika sekolah yang akan menerapkan disruptive innovation dalam pembelajaran memiliki fasilitas, kemampuan guru dan siswa yang mendukung maka dapat dilaksanakan bahkan lebih dari satu indikator pada satu pokok bahasan

      Delete
  4. Menurut anda, bagaimana keterkaitan ketiga aspek tersebut dalam penilaian destruktif inovasi? apakah setiap faktor dari masing-masing aspek mempengaruhi ketercapaian indikator yang lain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aspek disruptive innovation dapat saling terkait antar ketiganya yaitu antara fitur teknologi, kebutuhan belajar dikelas, dan lingkungan luar. Jika semua indikator diterapkan dalam pembelajaran dan saling terkait maka dapat mempengaruhi ketercapaian antar indikator disruptive innovation

      Delete
    2. menurut saya semua indikator dalam destruktif inovasi saling keterkaitan, hubungan antara indikator-indikator tersebut mempengaruhi bagaimana ketercapaian dari setiap aspek. jika sekolah, guru, siswa, prasarana memadai maka semua indikator tersebut dapat dicapai dalam pembelajaran secara destruktif inovasi

      Delete
    3. Terimakasih windy atas jawabannya. Saya setuju dengan jawabannya, karena dalam penerapan disruptive innovation ini tentunya perlu menganalisis kondisi sekolah, guru, dan siswa. Terurama fasilitas yang sangat menentukan dalam penerapannya.

      Delete
  5. Dari ke-tiga aspek yang telah kita pelajari. Menurut anda aspek mana yang paling penting di terapkan dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas kompetensi siswa? mengapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya semuanya penting. Karena ketiga aspek tersebut tentunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi siswa.

      Delete
    2. Saya setuju semua penting, namun yang penting unduk diperhatikan ialah dinamika kebutuhan belajar dari peserta didik. Sebagai pendidik seharusnya memperhatikan indikator ini, karna tidak semua peserta didik memiliki kebutuhan belajar yang sama.

      Delete
  6. Indikator apa yang kira - kira direkomendasikan paling mudah dilaksanakan untuk sekolah terpencil?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya dalam penerapan indikator-indikator disruptive innovation menbutuhkan teknologi, karena berangsur mengurangi kegiatan konvensional dalam proses pembelajaran.

      Delete
  7. Apakah di sekolah-sekolah sudah diterapkan aspek aspek dari destruksi inovasi ini? berikan argumen anda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya sudah meskipun mungkin belum mencakup semua aspek indikator disruptive innovation

      Delete
  8. Dari ketiga aspek disruptiv inovasi yang telah dijabarkan, aspek mana yang memiliki peran peting dalam pembelajaran?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya semuanya penting. Karena ketiga aspek tersebut tentunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi siswa.Dan mencoba memenuhi tuntunan pembelajaran di era revolusi industri 4.0

      Delete
  9. selain ketiga aspek penilaian disruptive inovasi yang sudah dijelaskan diatas, bagaimana pengaruh indikator kognitif yang berhubungan dengan tingkat berpikir siswa pada penyusunan penilaian disruptive inovasi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya dengan penggunaan teknologi bukan berarti kemampuan kognitif siswa menjadi melemah (rendah). Karena penggunaan aspek disruptive innovation disini untuk mempermudah, mempersingkat waktu menjadi efisien, memotivasi siswa dalam proses pembelajaran khususnya kimia. Sedangkan jika dilakukan evaluasi kognitif siswa maka siswa tidak mengerjakan soal evaluasi dengan bantuan teknologi lagi.

      Delete
  10. Dari ketigas aspek dan indikator yang telah dijabarkan diatas apakah ada faktor lain yang menentukan ketercapaian pembelajaran kreatif?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aspek indikator ini digunakan untuk penilaian disruptive innovation

      Delete