Cybergogy
Belajar mengajar di
sekolah saat ini tidak lagi sebatas pedagogy, namun juga heutagogy,
peeragogy, dan cybergogy. Mengajar tak lagi berarti ‘mengajari’,
akan tetapi ‘memfasilitasi’ dan ‘menanam budi’. Pada blog ini akan dibahas tentang cybergogy.
Cybergogy merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. Lingkungan Online, serba terkoneksi, kini telah menjadi keseharian dari kehidupan para siswa. Media komunikasi dan interaksi, suka tidak suka kini telah beralih dari bentuk fisik ke bentuk maya. Alternatif strategi ini dapat di integrasikan dan dikolaborasikan menjadi suatu strategi dan formulasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga, sekolah semakin dekat dengan para peserta didik, dan konten belajar menjadi lebih relevan bagi kehidupan para peserta didik. Sehingga, perlu untuk menciptakan strategi-strategi baru, agar pendidikan tetap tidak jauh dengan zaman dan tetap relevan dengan kehidupan.
Cybergogy merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. Lingkungan Online, serba terkoneksi, kini telah menjadi keseharian dari kehidupan para siswa. Media komunikasi dan interaksi, suka tidak suka kini telah beralih dari bentuk fisik ke bentuk maya. Alternatif strategi ini dapat di integrasikan dan dikolaborasikan menjadi suatu strategi dan formulasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga, sekolah semakin dekat dengan para peserta didik, dan konten belajar menjadi lebih relevan bagi kehidupan para peserta didik. Sehingga, perlu untuk menciptakan strategi-strategi baru, agar pendidikan tetap tidak jauh dengan zaman dan tetap relevan dengan kehidupan.
Berikut ini kisi-kisi instrument penilaian inovasi Cybergogy guru dalam pembelajaran kimia pada materi bentuk molekul:
No
|
Indikator
|
Deskripsi
|
Keterampilan Membelajarkan Materi Bentuk Molekul
|
Skor
|
||
1
|
2
|
3
|
||||
1
|
Belajar
mandiri berbantuan teknologi digital
|
Menyediakan
akses aneka sumber belajar digital yang relevan
|
Guru
memfasilitasi aneka sumber belajar digital berupa akses aneka link
augmented reality tentang materi bentuk molekul |
Guru tidak menggunakan media augmented reality tentang materi bentuk molekul
|
Guru menggunakan 1 atau 2 media augmented reality tentang materi bentuk molekul
|
Guru menggunakan 3 atau lebih media augmented reality tentang materi bentuk molekul
|
2
|
Proses
belajar kolaboratif
|
Kegiatan
saling membelajarkan dalam berbagai forum diskusi daring maupun diskusi tatap
muka di kelas
|
Guru
membimbing siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok belajar online pada aplikasi whatsapp tentang materi bentuk molekul
|
Guru membimbing siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber namun tidak dalam pembelajaran online pada aplikasi whatsapp
|
Guru
membimbing siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber, dan menyusun
informasi yang diperoleh untuk menjawab permasalahan yang diberikan
dalam pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
Guru
membimbing siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber, menyusun
informasi yang diperoleh untuk menjawab permasalahan yang diberikan, dan memberikan
ide atau gagasan
dalam pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
3
|
Faktor
kognitif
|
Menggali
pengalaman belajar lampau, partisipasi aktif dalam pembelajaran dan capaian
pembelajaran yang terbentuk disesuaikan dengan gaya belajar
|
Guru
membimbing siswa untuk menggali pengetahuan yang telah dimilikinya melalui augmented reality materi bentuk molekul dan
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran online pada aplikasi whatsapp
|
Guru membimbing siswa untuk aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang
diberikan namun tidak melalui
pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
Guru
membimbing siswa untuk aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang diberikan
dan memberikan gagasan baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya (augmented reality)
melalui pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
Guru
membimbing siswa untuk aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang
diberikan, memberikan gagasan baru
berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya (augmented reality), dan menarik kesimpulan dari
hasil diskusi
melalui pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
4
|
Faktor
emotif
|
Mendorong
siswa bersaing dengan diri sendiri, menciptakan komunitas dan lingkungan
belajar yang kondusif dan proses belajar yang menyenangkan
|
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dalam suasana belajar yang
kondusif dan menyenangkan
|
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dengan memberikan kepercayaan
pada siswa
|
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dengan memberikan kepercayaan,
dan dukungan pada siswa
|
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dengan memberikan kepercayaan,
dukungan, dan membuat suasana belajar yang berbeda
|
5
|
Faktor
sosial
|
Mengetahui
identitas diri masing-masing, konteks sosial budaya, pembentukan komunitas
belajar, dan menyediakan portal online
khusus dan administratornya
|
Guru
membimbing siswa untuk mengenali potensi diri masing-masing di dalam kelompok
belajarnya untuk mempelajari materi bentuk molekul dalam konteks sosial budaya yang
dibahas pada sistem pembelajaran online pada aplikasi whatsapp
|
Guru
membimbing siswa untuk mengenali potensi diri masing-masing di dalam kelompok
dengan mengajukan pertanyaan mengenai hal yang disukai dan dikuasi atau meminta
pendapat temannya
|
Guru
membimbing siswa untuk mengenali potensi diri masing-masing di dalam kelompok
dengan mengajukan pertanyaan mengenai hal yang disukai dan dikuasi atau
meminta pendapat temannya dan membentuk kelompok belajar berdasarkan
karakteristik siswa
|
Guru
membimbing siswa untuk mengenali potensi diri masing-masing di dalam kelompok
dengan mengajukan pertanyaan mengenai hal yang disukai dan dikuasi atau
meminta pendapat temannya, membentuk kelompok belajar berdasarkan
karakteristik siswa, dan menyediakan sistem pembelajaran online
pada aplikasi whatsapp |
Uji coba keterampilan penilaian inovasi Cybergogy guru mengggunakan video pembelajaran kimia pada materi bentuk molekul yang di ambil dari youtube dengan link sebagai berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=sxj6u8Oyx0M
No
|
Indikator
|
Deskripsi
|
Keterampilan Membelajarkan Materi Bentuk Molekul
|
Pernyataan
|
Skor
|
Ceklis
|
1
|
Belajar
mandiri berbantuan teknologi digital
|
Menyediakan
akses aneka sumber belajar digital yang relevan
|
Guru
memfasilitasi aneka sumber belajar digital berupa akses aneka link
augmented reality tentang materi bentuk molekul |
Guru menggunakan 3 atau lebih media augmented reality tentang materi bentuk molekul
|
3
|
|
Guru menggunakan 1 atau 2 media augmented reality tentang materi bentuk molekul
|
2
|
|||||
Guru tidak menggunakan media augmented reality tentang materi bentuk molekul
|
1
|
v
(05:23 – 10:28) |
||||
2
|
Proses
belajar kolaboratif
|
Kegiatan
saling membelajarkan dalam berbagai forum diskusi daring maupun diskusi tatap
muka dikelas
|
Guru
membimbing siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok belajar online pada aplikasi whatsapp tentang materi bentuk molekul
|
Guru
membimbing siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber, menyusun
informasi yang diperoleh untuk menjawab permasalahan yang diberikan, dan memberikan
ide atau gagasan
dalam pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
3
|
|
Guru
membimbing siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber, dan menyusun
informasi yang diperoleh untuk menjawab permasalahan yang diberikan
dalam pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
2
|
|||||
Guru membimbing siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber namun tidak dalam pembelajaran online pada aplikasi whatsapp
|
1
|
v
(11:40 - 13:31) |
||||
3
|
Faktor
kognitif
|
Menggali
pengalaman belajar lampau, partisipasi aktif dalam pembelajaran dan capaian
pembelajaran yang terbentuk disesuaikan dengan gaya belajar
|
Guru
membimbing siswa untuk menggali pengetahuan yang telah dimilikinya melalui augmented reality materi bentuk molekul dan
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran online pada aplikasi whatsapp
|
Guru
membimbing siswa untuk aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang
diberikan, memberikan gagasan baru
berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya (augmented reality), dan menarik kesimpulan dari
hasil diskusi
melalui pembelajaran online pada aplikasi |
3
|
|
Guru
membimbing siswa untuk aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang diberikan
dan memberikan gagasan baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya (augmented reality)
melalui pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
2
|
|||||
Guru membimbing siswa untuk aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang
diberikan namun tidak melalui
pembelajaran online pada aplikasi whatsapp |
1
|
v
(13:58 – 17:57) |
||||
4
|
Faktor
emotif
|
Mendorong
siswa bersaing dengan diri sendiri, menciptakan komunitas dan lingkungan
belajar yang kondusif dan proses belajar yang menyenangkan
|
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dalam suasana belajar yang
kondusif dan menyenangkan
|
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dengan memberikan kepercayaan,
dukungan, dan membuat suasana belajar yang berbeda.
|
3
|
|
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dengan memberikan kepercayaan,
dan dukungan pada siswa
|
2
|
v
(22:09 – 26:00) |
||||
Guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dengan memberikan kepercayaan
pada siswa
|
1
|
|||||
5
|
Faktor
sosial
|
Mengetahui
identitas diri masing-masing, konteks sosial budaya, pembentukan komunitas
belajar, dan menyediakan portal online
khusus dan administratornya
|
Guru
membimbing siswa untuk mengenali potensi diri masing-masing di dalam kelompok
belajarnya untuk mempelajari materi koloid dalam konteks sosial budaya yang
dibahas pada sistem pembelajaran online pada aplikasi whatsapp.
|
Guru
membimbing siswa untuk mengenali potensi diri masing-masing di dalam kelompok
dengan mengajukan pertanyaan mengenai hal yang disukai dan dikuasi atau
meminta pendapat temannya, membentuk kelompok belajar berdasarkan
karakteristik siswa, dan menyediakan sistem pembelajaran online
pada aplikasi whatsapp. |
3
|
|
Guru
membimbing siswa untuk mengenali potensi diri masing-masing di dalam kelompok
dengan mengajukan pertanyaan mengenai hal yang disukai dan dikuasi atau
meminta pendapat temannya dan membentuk kelompok belajar berdasarkan
karakteristik siswa
|
2
|
v
(05:32 – 06:30) |
||||
Guru
membimbing siswa untuk mengenali potensi diri masing-masing di dalam kelompok
dengan mengajukan pertanyaan mengenai hal yang disukai dan dikuasi atau
meminta pendapat temannya.
|
1
|
|||||
Skor Total
|
7
|
|||||
Skor minimum = 5
Skor maksimum = 15
Skor hasil uji coba = 7
Kriteria =
3
Rentang nilai = (15 - 5) : 3 = 3,33
Nilai = (Skor yang diperoleh/ Skor Maksimum) x 100%
Nilai = ( 7/15) x 100%
= 46,7%
Kategori Keterampilan Inovasi cybergogy Guru dalam Pembelajaran Kimia
Skala Nilai
|
Skor
|
% Nilai Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru
|
Kategori Keterampilan Inovasi Cybergogy
Guru
|
3
|
11,67 – 15
|
77,8 – 100
|
Baik
|
2
|
8,33 – 11,66
|
55,5 – 77,7
|
Cukup
|
1
|
5 – 8,32
|
33,3 – 55,4
|
Kurang
|
Menurut anda,apakah kelima indikator tersebut dapat diterapkan oleh guru secara efektif pada pembelajaran ?
ReplyDeleteMenurut saya bisa, hanya saja sebelum penerapannya guru harus memiliki kompetensi untuk menerapkan indikator-indikator tersebut dalam pembelajaran kimia, dan menyesuaikan dengan kemampuan siswa.
Deletetolong jelaskan secara singkat bagimana contoh penerapan cybergogy dalam pembelajaran?
ReplyDeletecontoh penerapan cybergogy dalam pembelajaran kimia dapat dilihat pada postingan di atas.
DeleteIzin Membantu jawab dari pertanyaan kak shinda,
DeleteCybergogy ini merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. cybergogy contohnya penggunaan berbagai macam media digital daring dalam proses pembelajaran, yang kita kenal umumnya seperti:
1. Virtual Lab atapun
2. PPT
3. Komik Elektronik
Terimakasih telah menambahkan, saya setuju dengan pendapatnya. Contoh lainnya mungkin menggunakan sistem pembelajaran online, dimana di dalamnya siswa dapat saling berbagi informasi tentang materi kimia.
Deleteselain itu penggunaan, e-lkpd dan e-modul sebagai sumber belajar siswa
Deletecontoh lain dalam penerapan cybergogy adalah dengan membuat portal diskusi online siswa, sehingga setiap siswa dapat melakukan kolaborasi secara daring, tidak hanya pada proses tatap muka dikelas.
DeleteApa saja kendala yg saudara hadapi dalam penerapan indikator diatas dalam pembelajaran?
ReplyDeleteMenyesuaikan antara keterampilan membelajarkan, pernyataan setiap skor dan video pembelajaran.
DeleteKebetulan saya membahas mengenai cybergogy pada artikel saya, menurut saya kendala yang dapat dihadapi ialah fasilitas. namun jika fasilitas sudah ada, terdapat kendala yang tidak disadari saat menerapkan cybergogy ini. Sebagai contoh saat guru sudah mempersiapkan media untuk ditampilkan, tiba tiba listrik padam. Hal seperti itu bisa menjadi kendala dalam penerapan cybergogy ini.
Deletekendala yang mungkin dihadapi saat proses pelaksanaan yaitu, kemampuan guru dan siswa menggunakan teknologi yang masih rendah (gaptek) dan memahami pendektan tersebut, dan juga kondisi belajar dikelas. sebagai guru, kita harus bisa menghandle siswa yang suka ribut agar kelas menjadi kondusif dan nyaman untuk belajar.
Deleteapakah semua indikator pada Cybergogy saling berkaitan? Bagaimana jika salah satu indikator tidak dapat dicapai?
ReplyDeleteMenurut saya saling berkaitan, jika salah satu indikator tidak dapat tercapai maka akan mempengaruhi hasil uji coba
Deletehal apa yang menjadi pertimbangan guru untuk menyusun sintaks indikator faktor sosial ?
ReplyDeleteuntuk menyusun keterampilan membelajarkan perlu disesuaikan dengan indikator pada aspek faktor sosial dan memungkinkan untuk dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran.
Deletehal yang perlu dipertimbangkan berupa kemampuan guru untuk mengajak siswa mengenali jati diri mereka sendiri atau potensi yang dimiliki oleh siswa. selain itu juga, pembelajar juga semestinya menjadi tempat ternyaman siswa untuk berkeluh kesah mengenai pelajaran yang menurut ia sulit, agar anak terbiasa berinteraksi dengan oranglain.
DeleteApa kendala dan kesulitan yang anda alami saat membuat dan mengembangkan kisi-kisi instrumen diatas? Dan indikator mana yang menjadi hambatan untuk anda dalam merancang kisi-kisi tersebut
ReplyDeletekesulitan dalam mebuat kisi-kisi instrumen ini pada indikator faktor emotif dimana faktor emotif adalah Mendorong siswa bersaing dengan diri sendiri, menciptakan komunitas dan lingkungan belajar yang kondusif dan proses belajar yang menyenangkan untuk menurunkan indikatr ini sedikit sulit menentukan kegiatan guru yang harus dilakukan
DeleteSaya setuju dengan pendapat windy, kesulitan dalam mengembangkan kisi-kisi ini adalah pada pembuatan kegiatan yang akan dilakukan guru (keterampilan membelajarkan) dan pada pembuatan kriteria untuk masing-masing skor.
DeleteMenurut saya indikator yang menjadi hambatan dalam merancang kisi-kisi ini adalah pada indikator proses belajar kolaboratif, faktor emotif, dan faktor sosial
DeleteDalam hal uji coba yang dilakukan apa ada kendala yang terjadi ketika mengamati kemapuan guru?
ReplyDeleteKendalanya adalah mengamati setiap kegiatan dalam video dan menyesuaikan dengan kriteria yang telah dibuat
DeleteMenurut anda dari kesemua indikator, indikator manakah yang paling sulit untuk diterapkan?
ReplyDeleteMenurut saya kesulitan dalam penerapan indikator tergantung pada, fasilitas sekolah, kemampuan guru dan siswa nya. Misalnya jika pada indikator pertama yaitu belajar mandiri berbantuan teknologi digital akan sulit diterapkan pada sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas.
DeleteNah, untuk keterbatasan fasilitas tersebut, bisa diganti dengan media digital lainnya, yang disediakan oleh guru
Deletekesulitan yang dihadapi mungkin saat proses pelaksanaan yaitu, kemampuan guru dan siswa menggunakan teknologi yang masih rendah (gaptek) dan memahami pendektan tersebut, dan juga kondisi belajar dikelas. sebagai guru, kita harus bisa menghandle siswa yang suka ribut agar kelas menjadi kondusif dan nyaman untuk belajar.
Delete