Pembelajaran Online dengan Disruptive Innovation
Sistem pembelajaran online adalah hasil dari suatu pembelajaran yang disampaikan secara
elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Pada
pembelajaran online mempermudah bagi guru dan peserta didik untuk melakukan
proses pembelajaran tanpa bertatap muka langsung. Adanya pembelajaran online
dengan disruptive innovation mampu memberikan inovasi baru dalam sistem
pembelajaran online pada umunya.
Pada pembelajaran online dengan disruptive innovation, guru
dituntut berinovasi pada perangkat pembelajaran yang tidak terpaku dan kaku
untuk mengikuti kurikulum yang ada. Guru dapat berinovasi dari perangkat
pembelajaran yang akan digunakan pada sistem pembelajaran online. Selain guru, peserta
didik juga bebas dalam berinovasi pada tugas yang diberikan oleh guru, dan dapat
mengakses sumber pembelajaran yang tidak terbatas. Pada pembelajaran online
guru hanya memberikan video, e-book, alamat atau situs yang dapat dikunjungi
pleh peserta didik. Peserta didik dapat belajar lebih mandiri dalam
mengkonstruk informasi yang diberikan guru.
Karena
komputer memiliki kemampuan untuk memberikan informasi dengan berbagai media
(termasuk cetakan, video, dan rekaman suara dan musik) komputer menjadi sebuah
perpustakaan yang tidak terbatas. Betapapun peserta didik mampu untuk segera
berkomunikasi dengan teks, gambar, suara, data, dan video dua arah, interaksi
yang dihasilkan dapat mengubah peran peserta didik dan guru. Guru dapat
dipisahkan secara geografiis dari peserta didiknya, dan peserta didik dapat
belajar dari peserta didik lain di kelas seluruh dunia.
Berikut ini adalah kelebihan pembelajaran online:
1.
Media yang bervariasi. Internet adalah sarana serbaguna yang memberikan informasi
kepada pelajar di seluruh dunia. Situs-situs internet berisi media yang
bervariasi, termasuk teks, audio, grafik, animasi, video, dan software yang
dapat didownload.
2.
Informasi yang up-to-date. Sampai saat ini, para pendidik
terbatas pada sumber-sumber yang ada di kelas atau gedung sekolahnya. Sekarang,
dengan kemampuan untuk menghubungkan ke sumber-sumber di komunitas dan di
seluruh dunia, membuka pandangan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. Peserta
didik dapat mengakses perpustakaan dan database dengan baik di luar batasan local.
3.
Bertukar ide. Peserta didik dapat terlibat dalam “percakapan” dengan guru.
Selanjutnya, mereka dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang memungkinkan
untuk bertukar ide dengan peserta didik lain.
4.
Waktu
pembelajaran online lebih fleksibel. Untuk melakukan proses pembelajaran secara
online waktu dimulainya pembelajaran dapat disepakati antara guru dan peserta
didik.
Keterbatasan
1.
Akses jaringan. Untuk pembelajaran online
diperlukan akses jaringan yang stabil.
2.
Kapasitas upload sumber belajar yang terbatas seperti
video, sehingga tidak semua video dapat diupload dalam aplikasi pembelajaran
online
3.
Aplikasi
pembelajaran online yang hanya bisa diakses menggunakan laptop, masih terbatas
jika untuk digunakan pada android.
Proses pembelajaran online pada materi ikatan kimia, guru
menggunakan model pembelajaran STAD termodifikasi. Seperti yang kita ketahui,
bahwa model pembelajaran STAD merupakan model pembelajaran kooperatif, yang
saat ini sudah banyak digantikan dengan model pembelajaran yang disarankan pada
kurikulum 2013, seperti model pembelajaran DL, PBL, inkuiri, PjBL yang
merupakan model pembelajaran konstruktivisme. Oleh sebab itu, tertarik untuk
memodifikasi model pembelajaran STAD dan digunakan dalam proses pembelajaran
online dengan disruptive innovation.
Proses pembelajaran online yang pertama, yaitu pada tahap
pendahuluan. Pada tahap pendahuluan guru
memberikan link video
keterkaitan contoh dengan kehidupan sehari-hari mengenai ikatan kimia. Hal ini
karena ukuran video yang terlalu besar tidak dapat diupload di aplikasi pembelajaran
online sehingga hanya diberikan link. Selanjutny guru juga upload video
pembelajaran sebagai reverensi peserta didik. Peserta didik membuka link dan
membuat catatan kecil mengenai apa yang mereka pahami dari video tersebut dan
diupload catatan kecil tersebut dalam bentuk Microsoft word. Hal ini dapat
membantu guru untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terkait
materi ikatan kimia.
Pada kegiatan inti, guru memberikan sumber
belajar berupa video, e-book maupun link yang terkait dengan ikatan kimia dan
peserta didik membuka dan memahami dari sumber belajar tersebut untuk mengkonstruk
konsep ikatan kimia. Pada kegiatan inti guru juga memberikan arahan pada
peserta didik mengenai bagaimana cara untuk membuat alat peraga sederhana
tentang ikatan kimia. Pada proses ini kadang masih terkendala pada masalah
jaringan.
Pada
tahap penutup guru memberikan soal tes
essay yang sesuai dengan RPP
pembelajaran online untuk menguji sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap ikatan
kimia. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru.
Tahap
evaluasi, dimana pada tahap ini guru
memberikan arahan mengenai tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Peserta
didik mengerjakan tugas soal test essay dan memberikan link youtube yang berisi
video pembuatan dan penjelasan dari alat peraga yang dibuat oleh peserta didik dan
blog yang berisi deskripsi tentang konsep ikatan kimia dan alat peraga yang
dibuat peserta didik. Pada tahap ini peserta didik mengalami kendala yaitu
peserta didik kesulitan untuk mengupload video di youtube sehingga guru masih
membantu dalam proses upload video dan memberikan arahan dalam pembuatan blog
peserta didik.
Berikut
beberapa dokumentasi peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran
online melalui aplikasi disruptive innovation dan beberapa kegiatan pembuatan
alat peraga.
Proses pembelajaran online peserta didik:
Alat peraga yang dibuat oleh peserta didik
Tugas peserta didik yang di upload di blog:
Tugas peserta didik yang di upload di youtube:






Berdasarkan pengalaman anda selama menggunakan website disruptive innovation, apa saran anda untuk perbaikannya?
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya. Menurut saya, saya menyarankan untuk memperbaiki sistem web pembelajaran online agar dapat di akses menggunakan android pada proses pembelajaran.
Deletemenurut anda setelah menggunakan disruptive ini, apa kelebihan yang dapat anda ambil dan apakah ada kendala saat menjalankan disruptive ini??
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya. Menurut saya kelebihannya yang paling dapat dirasakan yaitu mempermudah pembelajaran berbasis online dengan jangkauan yang luas, dan inovasi yang baik dalam pembelajaran berbasis online. kendala yang saya alami yaitu saat mengupload video pembelajaran dengan kapasitas yang terlalu besar sulit untuk di upload sehingga siswa diberikan link video pembelajarannya saja, dan saat proses pembelajaran online berlangsung siswa harus menggunakan laptop, karena sulit diakses menggunakan handphone.
DeleteMenurut anda apakah pembelajaran dengan menggunakan aplikasi disruptive innovation ini dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dibandingkan dengan pembelajaran konvensional?
ReplyDeletePertanyaan selanjutnya, kita tahu bahwa pada pembelajaran konvensional lebih memudahkan pendidik dan peserta didik untuk berinteraksi secara langsung. Hal ini dapat menciptakan kedekatan emosional antara peserta didik dan pendidik Sehingga proses transfer of knowledge dari materi pelajaran bisa berjalan lebih efektif. Lalu menurut anda apakah dengan pembelajaran online seperti ini tidak menghilangkan kedekatan emosional peserta didik dan pendidik?
Menurut saya dengan pembelajaran dengan pembelajaran sistem online ini membantu siswa dalam pemahaman materi hal ini karena siswa dituntut bisa belajar mandiri, sumber belajar yang ckup lengkap.
DeletePada pembelajaran descruptive learning ini ya membuat kkedekatan emosional antara guru dan siswa menjadi berkurang.
Menutut anda, bagaimana proses pembelajaran yang lebih baik antara pembelajaran konvensional atau melalui descruptive inovasi ?
ReplyDeleteMenurut saya, tentu keduany memiliki kekurangan dan kelebihan. adanya disruptive innovasion merupakan inovasi sesuai dengan tuntutan teknologi industri 4.0 seiring perkembangan teknologi maka dalam pendidikan pun tidak boleh terlalu tertinggal.
Deletesaya setuju dengan pendapat nisa,jika dalam pembelajaran konvesional terbatas dengan wakt pembelajaran yang singkat dalam pembelajaran desrruptive innovasi tidak terbatas dengan waktu.menurut saya pembelajaran desruptive dan konvensional dapat dipadukan sehingga dapat saling melengkapi kekurangan salah satunya.
Delete
ReplyDeleteShissy Shita28 November 2019 16.22
Artikel yang menarik, apakah ada kendala pada saat anda menerapkan aplikasi tersebut? Dan bagaimana pendapat anda tentang penggunaan aplikasi tersebut dalam pembelajaran di sekolah?
Kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut:
Delete1. Akses jaringan. Untuk pembelajaran online diperlukan akses jaringan yang stabil.
2. Kapasitas upload sumber belajar yang terbatas seperti video, sehingga tidak semua video dapat diupload dalam aplikasi pembelajaran online
3. Aplikasi pembelajaran online yang hanya bisa diakses menggunakan laptop, masih terbatas jika untuk digunakan pada android.
Penggunaan sistem pembelajaran online di sekolah dengan disruptive innovation sangat membantu dan inovatif selain melatih keterampilan guru dalam penggunaan teknologi dapat mengembangkan inovasi pembelajaran di sekolah selain dengan tatap muka atau metode kovensional.
Adakah evaluasi dalam bentuk tertulis? disini saya hanya melihat evaluasi dalam bentuk video youtube.
ReplyDeleteAda, dengan memberikan soal essay berbasis HOTS diberikan pada proses pembelajaran online
DeleteDisruktif Learning sangat bagus digunakan dalam pendidikan indonesia terutama daerah yang memiliki akses internet yang bagus, tetapi ada tidak alternatif untuk daerah perdesaan atau jauh dari akses perkotaan agar aplikasi ini bisa di gunakan?
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya. Menurut saya, web pembelajaran online harus menggunakan jaringan internet. Meskipun jauh dari akses perkotaan namun memiliki akses/jaringan internet yang memadai maka pembelajaran online tetap dapat dilaksanakan.
Delete